Thursday, April 24, 2008

Pasoepati.Net Sudah Hadir

Buat seluruh Brigade Pasoepati di segala penjuru jagad raya…..
Sekarang telah hadir penyaji berita seputar Pasoepati dan PERSIS SOLO…

tinggal klik ——> www.pasoepati.net

Ramein ya Guest Booknya…….

Kami Merah…
Kami Indonesia…
Kami Pasoepati…

Posted by dhy at 19:40:22 | Permalink | Comments (1) »

Tuesday, March 11, 2008

Rudy Akan “desak” Pak Wali

Solo (Espos)    Seiring belum adanya kepastian soal dana dari pihak sponsor, Ketua Umum Persis Solo FX Hadi “Rudy” Rudyatmo akan menemui Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi).
Rudy akan menyampaikan kondisi riil Persis kepada walikota, karena bagimanapun klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut merupakan milik masyarakat Solo.
“Sampai sekarang beberapa sponsor yang sempat mendekati kami, belum memberikan jawaban. Jadi belum ada pendanaan yang tersedia. Kesulitan Persis ini harus dipahami bersama, makanya saya akan menemui walikota sekembalinya beliau ke Solo,” ujar Rudy kepada wartawan, di ruang dinasnya, Selasa (11/3).
Terus terang, Rudy mengaku dilematis menghadapi kesulitan finansial ini. Di satu sisi mereka masih berusaha keras mencari sumber pengucur rupiah, sedangkan di bagian lain suporter dan masyarakat terus mendesak Persis segera menggaet pemain.
“Ini yang harus dipahami masyarakat, bagaimana kami mau mendekati pemain atau pelatih kalau belum ada dana,” jelas dia.
Untuk berkompetisi musim depan, Tim Kota Bengawan membutuhkan dana senilai Rp 15 miliar, atau hampir sama dengan jumlah yang dikeluarkan musim lalu. Dari angka tersebut, manajemen mengaku butuh minimal Rp 3 miliar sebagai modal awal, yaitu untuk membayar uang muka kontrak para pemain.
Rencananya, pelatih baru akan ditetapkan pada akhir Maret mendatang, kemudian diikuti seleksi pemain pada awal April. Tetapi, target itu bisa saja meleset jika tak kunjung ada kepastian dana pendukung. Padahal Liga Indonesia rencananya akan bergulir pada bulan Juli.
Masalah klasik
Masalah dana memang merupakan persoalan klasik, yang menimpa hampir seluruh kontestan Liga Indonesia musim ini, tak terkecuali klub-klub besar yang sudah mapan. Beberapa waktu lalu, Manajer Persis Waseso sempat melontarkan kabar bahwa ada tiga pihak yang berminat menjadi sponsor utama Persis, salah satunya merupakan perorangan.
Saat itu belum dijelaskan dengan detail seberapa jauh proses pembicaraan yang dilakukan kedua belah pihak. Tapi ternyata, hingga kemarin belum ada kepastian dari mereka.
“Sampai sekarang, baru dua tim yang benar-benar sudah siap secara finansial, Arema Malang dan Pelita Jaya Purwakarta. Yang lainnya kondisinya juga belum menentu, sama seperti Persis,” tukas Rudy. - yms
Posted by dhy at 18:11:42 | Permalink | No Comments »

Friday, January 25, 2008

Sukses 8 Besar, Sukses Pasoepati

Gelaran 8 Besar Liga Djarum 2007/2008 di Solo telah usai. Kepercayaan yang telah diberikan PSSI dan publik bola nasional kepada kota Solo dan Pasoepati untuk ke-2 kalinya menjadi Tuan Rumah Babak 8 Besar mampu dilaksanakan dengan baik, meskipun masih ada beberapa kekurangan.

Tapi, Babak 8 Besar Divisi Utama Ligina XIV kemarin, Pasoepati sebagai salah satu komunitas pecinta bola Indonesia dan pendukung fanatik klub kebanggaan Wong Solo, PERSIS SOLO, mendapat sebuah “kemenangan” terbesar untuk ke-2 kalinya. Dengan semangat menjunjung tinggi persaudaraan dan kecintaan kepada  kemajuan sepakbola nasioanal, Pasoepati (Pasukan Soeporter Sala Sejati), mampu memadukan beberapa elemen suporter dari beberapa wilayah yang hadir di Solo untuk mendukung timnya yang tengah berjuang di Babak 8 Besar. Jakmania (Suporter Persija Jakarta), Persikmania (Persik Kediri), Deltamania (Deltras Sidoarjo), The Commends (Persipura Jayapura), dapat menyaksikan laga tanpa ada rasa takut dan cemas akan terjadinya kerusuhan. Kerja keras yang dibangun Pasoepati dalam menciptakan suasana yang kondusif dan kekeluargaan ini, juga tak luput dari kerjasama dan komunikasi yang baik dengan beberapa koordinator 4 suporter tamu.

Adapun contoh, hubungan antara Pasoepati dengan Deltamania yang selama ini “beku” dan kurang begitu baik beberapa tahun, akhirnya dapat “mencair”. Sekali lagi, “jiwa besar” Pasoepati telah di uji. Deltamania dapat diterima dengan baik di Solo dan dapat menyaksikan laga Deltras dengan nyaman. Inilah sebenarnya, “kemenangan ke-2″ Pasoepati, dapat berdamai dengan Deltamania. Jika Babak 8 Besar tahun lalu, Panser Biru dan SneX (Suporter PSIS Semarang, yang telah puluhan tahun menjadi musuh abadi publik Solo) dapat bergandeng tangan dengan Pasoepati, kini Pasoepati pun dapat “merangkul” Deltamania sebagai teman seperjuangan dalam memajukan sepakbola nasional.

Thanks Jakmania !!!
Thanks Persikmania !!
Thanks Deltamania !!
Thanks The commends !!

Bersama kita majukan Sepakbola nasional !!

Pasoepati……… Semoga Jiwa Besar kan selalu hadir di setiap langkahmu.

Salam Pasoepati…… Yesssssss !!!!

Posted by dhy at 17:46:40 | Permalink | No Comments »

Thursday, January 3, 2008

Selamat Tahun Baru Masehi 2008

Semoga di Tahun yang baru ini, kita dapat melakukan hal-hal yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Dan apapun yang dicita-citakan mendapat kegagalan di tahum lalu, akan tercapai di tahun ini.

Tentunya, PERSIS SOLO harus tetep eksis donk !!!!
Juara Super Liga 2009 yaaaaaa !!

Posted by dhy at 17:43:33 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, December 16, 2007

Peran Media Suporter

Seiring dengan meningkatnya kemajuan teknologi dan derasnya informasi yang kita peroleh setiap hari, membuat seluruh insan di jagad raya ini berlomba-lomba untuk bisa secepat mungkin mendapat berbagai “pengetahuan” yang telah dan sedang terjadi. Tak terkecuali para pecinta bola tanah air, khususnya pengagum klub-klub bola di Jateng dan DIY. Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia XIII yang sebentar lagi bergulir, tidak hanya membuat klub-klub Jateng-DIY semakin serius “berbenah”, namun juga meningkatkan tensi persaingan “pemain ke-12″ mereka, yaitu para pendukung fanatiknya, untuk bisa all out memberikan support kepada tim kesayangan. Tradisi dan budaya Jawa yang selalu mengedepankan sopan santun dan keramahan seakan dipaksa “lenyap sesaat” oleh gengsi antar daerah. Beberapa peristiwa yang telah terjadi di blantika suporter sepakbola Jateng-DIY, membuat kita sebagai salah satu elemen yang “berpengaruh” dan bermartabat, mau tidak mau harus berupaya sekuat tenaga, pikiran dan biaya, untuk bisa meningkatkan pamor Jateng_DIY sebagai kiblat suporter sepakbola nasional. Salah satu jalur untuk “menaikkan” image suporter adalah adanya media suporter masing-masing daerah. Pendekatan melalui media massa dan elektronik saat ini sudah bukan menjadi cara “langka” bagi kelompok suporter untuk bisa terlihat eksis dan menambah “bobot” mereka. Semakin maraknya kelompok suporter Jateng-DIY yang merilis eksistensi mereka dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti ; meluncurkan website resmi komunitas mereka, membuat grup band dan memasarkan albumnya, dan lain-lain, patut kita acungi jempol. Bukti bahwa kreativitas mereka tidak hanya di pinggir lapangan. Sebagai contoh, langkah rekan-rekan Slemania yang “menelorkan” ide mereka yang “melahirkan” website resmi Slemania di www.slemania.or.id , memancing semangat beberapa komunitas suporter lain di Jateng-DIY, untuk menirunya. Meskipun sebelumnya mungkin ada beberapa kelompok suporter lain yang telah “mendahului”, namun tidak se-eksis Slemania. Lahir kemudian www.pasoepati.org (Pasoepati Solo), www.panserbiru.com (Panser Biru Semarang), www.paserbumi.com (Paserbumi Bantul), www,brajamusti.org (Brajamusti Jogjakarta) dan lain-lain. Pantas jika Slemania menyandang gelar Suporter Terbaik 2005 versi salah satu stasiun Televisi Swasta tanah air, dan sedikit berbangga setelah masuk dalam daftar 100 situs terbaik di Indonesia. Banyak pelajaran berharga yang kita peroleh melalui media suporter yang satu ini. Terbukti, dengan hadirnya “jalur” tersebut, mampu meminimalisir gesekan antar suporter wilayah Jateng-DIY. Dan yang tak kalah penting, media teknologi internet sebagai wadah pembelajaran bagi suporter untuk bisa meningkatkan “kapasitas” mereka tentang teknologi informasi, dengan harapan, mampu menunjukkan kesan bahwa suporter Jateng-DIY bukan kumpulan orang-orang yang gaptek alias gagap teknologi. Semoga dengan seringnya kita semua berkomunikasi dan berinteraksi, hal-hal yang selama ini dianggap sebagai “hambatan”, sedikit demi sedikit bisa terselesaikan. Pepatah mengatakan, “Ibarat padi, semakin berisi, semakin merunduk”. Semakin banyak akal dan pikiran kita menerima hal-hal yang positif, semakin kita jauh dari tindakan-tindakan yang merugikan persepakbolaan Jateng-DIY khususnya, dan Indonesia umumnya. Hormat saya, M.Fajar Adhy N (Ketua Umum Pasoepati Cyber Indonesia) Seiring dengan meningkatnya kemajuan teknologi dan derasnya informasi yang kita peroleh setiap hari, membuat seluruh insan di jagad raya ini berlomba-lomba untuk bisa secepat mungkin mendapat berbagai “pengetahuan” yang telah dan sedang terjadi. Tak terkecuali para pecinta bola tanah air, khususnya pengagum klub-klub bola di Jateng dan DIY. Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia XIII yang sebentar lagi bergulir, tidak hanya membuat klub-klub Jateng-DIY semakin serius “berbenah”, namun juga meningkatkan tensi persaingan “pemain ke-12″ mereka, yaitu para pendukung fanatiknya, untuk bisa all out memberikan support kepada tim kesayangan. Tradisi dan budaya Jawa yang selalu mengedepankan sopan santun dan keramahan seakan dipaksa “lenyap sesaat” oleh gengsi antar daerah. Beberapa peristiwa yang telah terjadi di blantika suporter sepakbola Jateng-DIY, membuat kita sebagai salah satu elemen yang “berpengaruh” dan bermartabat, mau tidak mau harus berupaya sekuat tenaga, pikiran dan biaya, untuk bisa meningkatkan pamor Jateng_DIY sebagai kiblat suporter sepakbola nasional. Salah satu jalur untuk “menaikkan” image suporter adalah adanya media suporter masing-masing daerah. Pendekatan melalui media massa dan elektronik saat ini sudah bukan menjadi cara “langka” bagi kelompok suporter untuk bisa terlihat eksis dan menambah “bobot” mereka. Semakin maraknya kelompok suporter Jateng-DIY yang merilis eksistensi mereka dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti ; meluncurkan website resmi komunitas mereka, membuat grup band dan memasarkan albumnya, dan lain-lain, patut kita acungi jempol. Bukti bahwa kreativitas mereka tidak hanya di pinggir lapangan. Sebagai contoh, langkah rekan-rekan Slemania yang “menelorkan” ide mereka yang “melahirkan” website resmi Slemania di www.slemania.or.id , memancing semangat beberapa komunitas suporter lain di Jateng-DIY, untuk menirunya. Meskipun sebelumnya mungkin ada beberapa kelompok suporter lain yang telah “mendahului”, namun tidak se-eksis Slemania. Lahir kemudian www.pasoepati.org (Pasoepati Solo), www.panserbiru.com (Panser Biru Semarang), www.paserbumi.com (Paserbumi Bantul), www,brajamusti.org (Brajamusti Jogjakarta) dan lain-lain. Pantas jika Slemania menyandang gelar Suporter Terbaik 2005 versi salah satu stasiun Televisi Swasta tanah air, dan sedikit berbangga setelah masuk dalam daftar 100 situs terbaik di Indonesia. Banyak pelajaran berharga yang kita peroleh melalui media suporter yang satu ini. Terbukti, dengan hadirnya “jalur” tersebut, mampu meminimalisir gesekan antar suporter wilayah Jateng-DIY. Dan yang tak kalah penting, media teknologi internet sebagai wadah pembelajaran bagi suporter untuk bisa meningkatkan “kapasitas” mereka tentang teknologi informasi, dengan harapan, mampu menunjukkan kesan bahwa suporter Jateng-DIY bukan kumpulan orang-orang yang gaptek alias gagap teknologi. Semoga dengan seringnya kita semua berkomunikasi dan berinteraksi, hal-hal yang selama ini dianggap sebagai “hambatan”, sedikit demi sedikit bisa terselesaikan. Pepatah mengatakan, “Ibarat padi, semakin berisi, semakin merunduk”. Semakin banyak akal dan pikiran kita menerima hal-hal yang positif, semakin kita jauh dari tindakan-tindakan yang merugikan persepakbolaan Jateng-DIY khususnya, dan Indonesia umumnya. Hormat saya, M.Fajar Adhy N (Ketua Umum Pasoepati Cyber Indonesia)
Posted by dhy at 05:08:21 | Permalink | No Comments »

Friday, December 14, 2007

Waspada Wamena, Agung Prasetyo Malah Cedera.

Bukan main persiapan Persiwa Wamena menjelang laga melawan tuan rumah Persis Solo. Menu latihan dan sparing partner yang terus menerus dilakukan seolah tiada henti. Hampir seminggu mereka ada di Bumi Bengawan. Selain latihan rutin pagi dan sore, mereka juga sempat menjajal kemampuan klub anggota PERSIS, AT Farmasi, sore lalu. Meski hasil yang di dapat dalam uji coba tersebut berkesudahan 1-1, tapi “allenatore” Persiwa Djoko Malis Mustofa mengaku puas. “Ini kan hanya uji coba, saya cuma menghindari cedera pemain jika harus bermain maksimal. Kami sudah mulai beradaptasi dengan cuaca di Solo. Semoga anak-anak bisa tampil lebih all out selasa nanti.”, ujar Djoko Malis. Keadaan 180 derajat, justru menimpa kondisi Skuad Samber Nyawa. Belum lagi kabar Greg yang masih di bekap cedera, dalam session latihan kemarin Kiper Agung Prasetyo harus “terkapar” karena otot pahanya tertarik saat menendang bola. Agung pun sempat kesulitan untuk berdiri dan harus di gotong oleh rekan-rekannya. Dengan ini, hanya Didik TY yang akan menjadi pelapis Wahyu Tri Nugroho saat di bawah mistar.
Posted by dhy at 18:48:48 | Permalink | No Comments »

Sunday, December 9, 2007

Kejutan di BonTang

Skuad Samber Nyawa akhirnya membayar lunas penampilan buruknya ketika di hempaskan Persiba Balikpapan, 4 Desember 2007 lalu, dengan menenggelamkan tuan rumah Laskar Bukit Tursina PKT Bontang 0-2 pada lanjutan Liga Djarum Indonesia Wilayah Timur, Minggu malam 9 Desember 2007 di stadion Mulawarman, Bontang.

Wahyu Wijiastanto membuka gol 5 menit setelah turun minum, melalui heading memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Nurcholis Madjid. 8 menit kemudian, gantian striker TIMNAS PSSI Rudy “GOL” Widodo menggetarkan jala PKT setelah menerima umpan sepak pojok dari Nurcholis Madjid.

Dengan hasil ini, PERSIS SOLO naik satu strip ke posisi 11 Wilayah Timur dengan mengemas 41 poin, menggeser Persma Manado karena menang selisih gol, setelah sehari sebelumnya Laskar Badai Biru ditahan imbang oleh tamunya “Singo Edan” Arema Malang. (Adhy,cyb)

Posted by dhy at 18:37:59 | Permalink | No Comments »

Friday, December 7, 2007

Semakin Berat Jika Kalah Lagi

uhhh…. jika sampe kalah lagi… pupus harapan The Laskar Samber Nyawa untuk turut serta dalam Super Liga 2008.

Ayo Greg…… Kami haus akan GoL mu…

5 Laga sisa harus bisa diraih maksimal.

Rebut 15 poin !!!

gak ada kata “Menyerah” lagi yang akan ku dengar dan kulihat dari KAMU !!

Bantai… Bantai lah Musuhmu…..

Posted by dhy at 17:18:03 | Permalink | No Comments »

Saturday, December 1, 2007

Pasoepati Desak Jokowi

Solo (Espos) - Presiden kelompok suporter pendukung Persis (Pasoepati), Satryo Hadinagoro berharap Walikota Joko Widodo merealisasikan janji untuk menganggarkan dana bagi Persis Solo pada musim kompetisi 2008.
Satryo berharap Persis tetap eksis, karena berdasarkan aspek historis, Laskar Sambernyawa merupakan salah satu perintis sepakbola Indonesia.
Sementara itu manajer Persis, Waseso menyatakan jika memang tidak ada anggaran bagi Laskar Sambernyawa untuk musim depan, tim asal Solo ini seharusnya dijual, karena era sepakbola Indonesia ke depan menitikberatkan profesionalisme “Istilah saya bukan dijual, tetapi dikerjasamakan dengan pihak lain. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah Persis sudah layak dijual?”
Waseso mendukung konsep Superliga yang diusung PSSI, karena klub yang berpartisipasi dalam kompetisi adalah mereka yang benar-benar mampu, terutama dalam pendanaan.
“Sekarang ini kalau dikatakan semipro saja tidak masuk karena klub-klub bola khususnya perserikatan, masih bergantung kepada APBD. Dan hal ini menjadi masalah karena klub sepakbola tidak boleh menggunakan dana APBD yang membuat mayoritas klub perserikatan kelimpungan,” katanya.
Dipertahankan
Pada bagian lain, Satryo saat dikonfirmasi Espos, Kamis (29/11), mengungkapkan harapan agar Persis tetap dipertahankan eksistensinya, menyusul pernyataan Ketua Umum Persis sekaligus Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo yang menyebutkan bahwa tidak ada alokasi anggaran untuk Persis dalam kebijakan umum anggaran (KUA) serta prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) dalam rancangan APBD 2008 yang saat ini tengah dibahas di DPRD.
“Saya memang belum mendengar langsung dari Wawali, tetapi kalau memang demikian, hal itu harus dijelaskan kepada masyarakat. Karena dalam pertemuan Walikota dengan Pasoepati di Pagelaran (Keraton Solo-red) beberapa waktu lalu, Walikota justru menegaskan bahwa Pemkot tetap akan menganggarkan dana untuk Persis,” kata Satryo via telepon genggamnya.
“Masalah Persis ini sebetulnya dikembalikan kepada kepala daerah. Sebab, Solo menjadi terkenal kan salah satunya karena keberadaan Persis,” lanjutnya.
Dalam pertemuan dengan manajemen Persis di Loji Gandrung belum lama ini, Walikota juga mengatakan dana APBD yang dipunyai Kota Solo tidak mungkin digunakan bagi Persis. Hal itu disebabkan belum adanya regulasi yang mengatur tentang penggunaan APBD bagi klub-klub sepakbola.
“Kami sudah mempunyai empat opsi untuk mencarikan solusi bagi Persis. Namun, untuk saat ini kami belum bisa menyampaikan, karena masih dalam proses lebih lanjut. Di sini yang terpenting adalah berusaha agar Persis Solo masih tetap eksis. Kan lucu, wong Solo itu punya stadion megah, namun klub saja tidak punya,” jelasnya. (SOLOPOS [9/11]).
Dibiayai APBD
Satryo yang juga anggota legislatif tersebut mengungkapkan Laskar Sambernyawa tetap bisa dibiayai oleh APBD, sesuai Permendagri No 59 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Dalam Permendagri yang baru itu kan memungkinkan bagi klub sepakbola seperti Persis mendapatkan dana APBD lewat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah-red). Nah kalau mengenai besarannya, itu kan tergantung dengan kemampuan daerah yang bersangkutan,” jelasnya.
Sebelum keluar Permendagri No 59/2007, sepakbola memang tidak boleh dibiayai oleh APBD sesuai dengan Permendagri No 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri No 26/2006 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2007.
Dalam Permendagri tersebut, dana sepakbola kemungkinan bisa dicarikan melalui belanja hibah yang mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, rasionalitas dan ditetapkan dengan keputusan kepala daerah. - ono

Posted by dhy at 19:18:40 | Permalink | No Comments »

Friday, November 30, 2007

Hasrat Poin Penuh

Solo (Espos) - Pelatih Persis Solo Eduard Tjong menyadari timnya butuh banyak poin untuk memastikan satu tempat di kompetisi Super Liga musim depan.
Oleh karena itu Edu berambisi memimpin anak asuhnya menyapu bersih enam poin dari lawatan Kalimatan ke kandang Persiba Balikpapan dan PKT Bontang.
“Sebenarnya dapat satu poin dari Persiba sudah cukup bagus. Tapi kalau ingin lolos ke Super Liga kami butuh kemenangan,” tukas Edu kepada wartawan di Stadion Manahan Solo, Jumat (30/11).
Saat menjamu Laskar Sambernyawa, Selasa (4/12) pekan depan, Persiba dipastikan tidak akan diperkuat striker asingnya Adrian Trinidad yang mengalami patah kaki. Formasi di lini tengah juga telah berubah karena Robby Gaspar tak lagi berkostum Beruang Madu dan digantikan oleh mantan punggawa Persija Jakarta, Javier Rocha. Meski demikian, Edu menilai kekuatan Persiba tetap sama berbahaya seperti sebelumnya.
“Tanpa striker asing mereka tetap berbahaya, sebab masih ada Miro Baldo Bento. Beberapa pemain lain juga tak kalah bagus, seperti Musafri. Dia pemain yang memiliki kecepatan, anak-anak harus tetap waspada,” tukas pria yang pernah menahkodai Persiharjo Sukoharjo itu.
Disinggung tentang pertandingan kontra PKT Bontang yang relatif dianggap lebih ringan, Edu juga menegaskan poin sempurna merupakan target yang tak bisa ditawar lagi. Sebab, di atas kertas PKT kekuatannya masih di bawah Persiba.
“Pokoknya sekarang tidak ada lagi istilah kalah kalau Persis ingin ikut Super Liga.”
Masih berlatih
Dua hari menjelang jadwal keberangkatan ke Balikpapan Minggu (2/11), seluruh punggawa Persis masih menjalani porsi latihan penuh pagi dan sore di Stadion Manahan Solo. Laskar Sambernyawa juga dijadwalkan masih melakukan latihan Sabtu (1/12) pagi ini.
“Setelah uji coba kemarin, saya fokus membenahi lini belakang. Makanya latihan tadi fokusnya menjajal barisan belakang karena memang masih ada kelemahan yang harus segera dibenahi agar nanti benar-benar siap menghadapi serangan Persiba,” beber Edu.
Lebih lanjut mantan gelandang Arseto Solo itu mengatakan dalam lawatan ke Borneo mereka hanya memboyong 18 pemain saja. Soal siapa saja yang akan ikut rombongan, baru diputuskan hari ini. - Yus Mei Sawitri

Posted by dhy at 19:08:19 | Permalink | Comments (1) »